Kopertais Gelar Rakor dan Workshop PAK

Dalam pembukaan Rakor dan Workshop Penetapan Angka Kerja (PAK) Dosen PTAIS se-Kalimantan, (2 dan 3 Oktober 2013), terungkap bahwa anggaran kegiatan dari Kopertais sebesar 44 juta Rupiah.  “Tantangannya adalah klasik, yaitu anggaran,” ujar Ketua Panitia.

“Namun inilah yang dapat kami laksanakan semaksimal mungkin, agar apa yang kita rumuskan nanti dapat membawa kita kepada hal yang lebih baik lagi, ” ujar ketua panitia Rasyidi MPd.

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Koordinator Kopertais Wilayah XI Kalimantan. Dalam kesempatan itu, Prof Dr H Akh Fauzi Aseri MA menyinggung bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi agama Islam.

 “Tahun ini kita agak ada keprihatinan karena anggaran dikurangi. Namun dalam situasi yang demikian, semangat kawan-kawan di sini luar biasa,” tukas Koordinator Kopertais.

Prof Fauzi menambahkan bahwa rencanya nanti akan ada PP Perguruan Tinggi Agama. “Saya mengusulkan agar di dalam PP harus disebutkan Kopertais secara eksplisit,” ujar Rektor.

Sementara itu, Kasubdit Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah DIKTIS Drs H Khaeroni MSi yang datang mewakilii Direktur Diktis Kemenag RI menekankan kedudukan perguruan tinggi swsata dan negeri. menyampaikan, bahwa meskipun lembaga pendidikan tinggi adalah lembaga pendidikan, bukan dakwah. Sehingga substansi yang membedakan PT dengan lembaga pendidikan lain adalah penelitian dan pengabdian.

Menurut Kasubdit, UU 20 2003 dan UU 12 tahun 2012 tidak membedakan antara perguruan tinggi dan swasta. Sehingga tidak ada beda antara negeri dan swasta, kecuali dari segi akreditasi. “Oleh karena itu, ketika masuk ke lembaga manapun, yang ditanya adalah akreditasi,” ucap Kasubdit.

Khaironi juga mengharapkan adanya dukungan penuh dari pemerintah sekitar terhadap perguruan tinggi Islam swasta. “Perguruan tinggi di daerah merupakan performa dari pemerintahan sekitar,” imbuh Khaironi.

Kasubdit juga meminta agar dalam penelitian di PTAI, dilakukan elaborasi ayat-ayat al-Quran yang bersifat simbolik.

Sementara itu Walikota H M Rizal Effendi SE menyampaikan bahwa ia dan kota Balikpapan menyambut baik kegiatan ini. Sekaligus, walikota meminta tolong agar konsep Madinatul Iman yang mulai digagas oleh para pemimpin Balikpapan dapat diberikan masukan.

“Memang problem yang kita hadapi cukup berat. Saat ini kekuatan pemerintahan dibagi dua. Saat pemerintah kota ingin, tapi DPR tidak setuju maka tidak bisa,” ujar Walikota.

Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Walikota juga mohon agar diberikan pemikiran yang kontributif terhadap pembangunan ummat Islam di Balikpapan. Walikota juga memohon agar dapat arahan pemikiran terkait organisasi dan hubungan kemasyarakatan-keluarga agar dapat harmonis.

 

 

 

 

 

Tentang Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta

Kopertais Wilayah XI IAIN Antasari Banjarmasin, Wilayah Kalimantan Selatan Jl. Jend A. Yani Km. 4,5 Banjarmasin 70234 (0511) 3258103
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s